"Yani.." demikian biasa kami (sekeluarga) memanggilnya. Meskipun tidak tahu pasti nama lengkapnya siapa. Termasuk saya pribadi tidak tahu nama lengkapnya, dan baru tahu ketika Yani akan menikah dengan perempuan idaman. Perempuan beruntung itu berasal dari kota Yogyakarta.

Terima kasih, Lelaki Setengah Rasa dan Pelangi Tiga Rasa. Dua judul itu keren banget dan akhirnya saya bisa mengerti. sekali lagi thanks a lot.

Sebetulnya bukan kali ini saja kami (saya dan yani) ketemuan di Jogja. Dulu sekitar tahun 2010 kalau tidak salah, kita juga pernah ketemuan. Hanya saja beda momennya. Dulu, Bapaknya Rere (calon mertua) Yani, meninggal dunia. Dan dikebumikan di Jogja, Yani waktu itu ikut menemani dan mengantar jenazah sampai ke Jogja.

Saya juga sudah lupa awal-awal pertemuan. Hanya sebentar menemani Yani, karena ada kuliah di pesantren dan kuliah di kampus juga. Tapi waktu itu, (kalau tidak salah) sempat ikut ke pesantren UII dan mandi, terus sekalian dikasih kemeja, karena dari Jakarta tidak bawa pakaian ganti.

Sempat mampir dan dikenalkan dengan keluarganya Rere, tapi karena masih baru tinggal di Jogja jadinya tidak terlalu akrab. Sehingga kenangan itu lupa blas, yang diingat hanya satu, rumahnya sebrang Lotte Mart.

Di penghujung 2014 Yani kembali ke Jogja, tapi kali ini tujuannya untuk meminta izin atau restu dari keluarga Rere yang ada di Jogja. Tak hanya itu, tujuan yang lainnya adalah memberitahu secara lisan kepada saudara-saudara yang ada di Jogja, bahwa pernikahan mereka akan dilaksanakan bulan depan.

Di sinilah saya mulai mengenal lebih dekat dan meraba-raba memori yang sudah terlupakan. Karena sudah lama di Jogja, begitu ketemu dengan orang tua Rere, adiknya, bude, dan bule pun sudah tidak se-canggung ketika awal-awal tinggal di Jogja. Ini keluarga baru saya di Jogja.





Terima Kasih :)